Sabtu, 02 Maret 2013

B-Shafar

Dept. B-SHAFAR
Ketua
Anis Fikriyah (ESP 48)
085692147263
Sekretaris
Nabila W.Ummah (ESL 47)
085715468015
Anggota
Ai Puspa (ESL 48)
082120803483

Dara Ayu Lestari (ESP 47)
08999544865


X-Tion

Dept. X-TION
Ketua
Mirsad Awawin (ESP 47)
085780273273
Sekretaris
Maryah Ulfah (ESP 47)
085777275849
Anggota
Fitriana Jubaena (MAN 48)
085711547249

M. Nazirkhuddin (AGB 47)
085780535551

Siska Nurwulan Yunia (ESP 48)


Rahmi (AGB 47)

Transformasi

Dept. TRANSFORMASI
Ketua
Teuku M. Al-Kautsar (ESP 47)
085780285704
Sekteraris
Pradila Maulia (ESP 47)
08567294839
Anggota
Wildan (ESL 48)
083811067839

Muhammad Rouf (ESP 47)
087870137110

Riani  (AGB 47)
085780319163

Alan (MAN 48)
085693420597

Badan Pengurus Harian (BPH)


Badan Pengurus Harian
Ketua FORMASI
Riki Cahyo Edy (ESP 47)
085640646492
Wakil Ketua
Azfar Reza Muqafa (ESL 47)
085697430691
Sekretaris I
Muhjah Fauziyah (AGB 47)
085697794347
Sekretaris II
Rahmi (AGB 48)
085740710054
Bendahara I
Triastuti Yuliani (MAN 47)
085693655845
Bendahara II
Roziana Octia D (ESP 48)
081267134593

Merindukan mati syahid

Menjelang shubuh, Khalifah Umar bin Al Khathab berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk shalat shubuh. Ketika waktu shalat tiba, beliau sendiri yang mengatur saf (barisan) dan mengimami para jamaah. Pada shubuh itu, tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Khalifah mengucapkan takbiratul ihram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur. Namun, Khalifah yang berjuluk "Singa Padang Pasir" ini bergeming dari kekhusyukannya memimpin shalat. Padahal, waktu shalat masih bisa ditangguhkan beberapa saat sebelum terbitnya matahari. Sekuat apa pun Umar, akhirnya ambruk juga. Walau demikian, beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikan posisinya sebagai imam. Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Khalifah Umar. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Khalifah. Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata shalat!" Lalu, yang hadir serentak berkata, "Shalat, wahai Amirul Mukminin. Shalat telah hampir dilaksanakan." Beliau langsung tersadar, "Shalat? Kalau demikian di sanalah Allah. Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan shalat." Lalu, beliau melaksanakan shalat dengan darah bercucuran. Taklama kemudian, sahabat terbaik Rasulullah saw. ini pun wafat. Sebenarnya, apa yang terjadi pada Umar Al Faruq ini adalah buah dari doa yang beliau panjatkan kepada Allah Swt. Alkisah, suatu ketika, saat sedang wukuf di Arafah, beliau membaca doa, "Ya Allah, aku mohon mati syahid di jalan-Mu dan wafat di negeri Rasul-Mu (Madinah)." (HR Malik) Sepulangnya dari menunaikan ibadah haji, Umar pun menceritakan soal doanya itu kepada salah seorang sahabatnya di Madinah. Sahabat itu pun berkomentar, "Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid, tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya." Dengan ringan, Umar menjawab, "Aku telah mengajukannya kepada Allah. Terserah Allah." Keesokan harinya, saat Umar mengimami shalat shubuh di masjid, seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu'luah itu menghunuskan pisaunya ke tubuh Umar yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnya pun roboh di samping mihrab. Seperti itulah, Allah telah mengabulkan doa Umar bin Al Khathab untuk bisa syahid di Madinah dan dimakamkan berdampingan dengan Rasulullah saw. dan Abu Bakar Ash Shiddiq.